27 Januari 2017
Segenggam Asa
Pagi itu embun agak tersipu malu menyapa pagi. Kicauan burung kenari riang berdendang memberikan warna nan elok di pagi yang cerah ini.
Riuh rendahnya kicauan itu ternyata tidak mempengaruhi tidur si Putih yang masih asik dengan mimpi dan dengkurannya. "Putih...., Putih...bangun sudah jam setengah enam ini.....!!!!", suara sang Ibu terdengar bak penyanyi Rock memanggil-manggil nama si Putih untuk segera bangun, karena si Putih belum juga bangun untuk sholat Subuh. "Makanya kalo tidur jangan terlalu malam, susah dibangunin...", suara sang Ibu terdengar menasehati, walau Ibu tahu kalo si Putih tidak mendengarnya karena masih lelap.
Akhirnya Ibu pun menghampiri kamar si Putih yang masih tidur dengan lelapnya,"Putih..., bangun nanti kamu telat sholat Subuhnya", ucap Ibu sembari membelai rambut si Putih. Dengan sedikit malas si Putih membuka matanya lalu menggeliatkan badannya,"Iya Bu.."
Dengan langkah yang agak berat si Putih pun berjalan menuju kamar mandi untuk wudlu dan selanjutnya menunaikan sholat Subuh. Selepas itu si Putih mengaji Al Quran seperti hari-hari biasanya selama 10 menit dan membantu ibu bersih-bersih dapur sebelum mandi.
Selesai mandi dan berpakaian si Putih menghampiri meja makan untuk sarapan pagi. Tampak di meja telah tersaji telur ceplok ,sayur bayam dan sepiring nasi hangat yang telah disiapkan oleh Ibu di sebuah piring.
"Bu.., ndak sekalian sarapan sama Putih? kok nasinya cuma disiapin 1 piring aja?", tanya si Putih sambil menarik kursi meja makan,"Kamu makan aja Put, ibu sepertinya ndak sarapan di rumah, karena diundang sama Tante Dewi siang ini, takutnya nanti Ibu terlalu kenyang," jawab ibu dari dalam kamar.
"Wah asik dong Bu, Putih kebagian juga nanti," sahut si Putih," Hush kamu Put, malu ah Ibu," balas si Ibu.
bersambung....
Riuh rendahnya kicauan itu ternyata tidak mempengaruhi tidur si Putih yang masih asik dengan mimpi dan dengkurannya. "Putih...., Putih...bangun sudah jam setengah enam ini.....!!!!", suara sang Ibu terdengar bak penyanyi Rock memanggil-manggil nama si Putih untuk segera bangun, karena si Putih belum juga bangun untuk sholat Subuh. "Makanya kalo tidur jangan terlalu malam, susah dibangunin...", suara sang Ibu terdengar menasehati, walau Ibu tahu kalo si Putih tidak mendengarnya karena masih lelap.
Akhirnya Ibu pun menghampiri kamar si Putih yang masih tidur dengan lelapnya,"Putih..., bangun nanti kamu telat sholat Subuhnya", ucap Ibu sembari membelai rambut si Putih. Dengan sedikit malas si Putih membuka matanya lalu menggeliatkan badannya,"Iya Bu.."
Dengan langkah yang agak berat si Putih pun berjalan menuju kamar mandi untuk wudlu dan selanjutnya menunaikan sholat Subuh. Selepas itu si Putih mengaji Al Quran seperti hari-hari biasanya selama 10 menit dan membantu ibu bersih-bersih dapur sebelum mandi.
Selesai mandi dan berpakaian si Putih menghampiri meja makan untuk sarapan pagi. Tampak di meja telah tersaji telur ceplok ,sayur bayam dan sepiring nasi hangat yang telah disiapkan oleh Ibu di sebuah piring.
"Bu.., ndak sekalian sarapan sama Putih? kok nasinya cuma disiapin 1 piring aja?", tanya si Putih sambil menarik kursi meja makan,"Kamu makan aja Put, ibu sepertinya ndak sarapan di rumah, karena diundang sama Tante Dewi siang ini, takutnya nanti Ibu terlalu kenyang," jawab ibu dari dalam kamar.
"Wah asik dong Bu, Putih kebagian juga nanti," sahut si Putih," Hush kamu Put, malu ah Ibu," balas si Ibu.
bersambung....
Posting via email
Newbie banget ….
Hi dear, sori banget ya, gue baru belajar posting new entry from my email. This is new information to me. Please jangan justifikasi gue norak, tapi emang ini apa adanya.
Kasian blog gue, sudah berapa tahun nggak pernah gue tengok-tengok. Kalo pacar sudah kabur kali dengan cowok lain hehehehe.
But is okay, lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Hik kalimat pembenaran untuk orang yang tidak ingin disalahkan.
Banyak yang ingin gue ungkapin sih sebenarnya, tapi udah ah, saat ini gue lagi kerja soalnya. Ntar dikomplain sama bosss.
Ok my blog, next time gue akan kirimin lu tulisan gue seabrek-abrek, hehe tapi itu kalo males gue nggak kambuh.
See you soon yaaaa.
Warm Regard,
Abu Rio
Langganan:
Postingan (Atom)
Clickbank Promote :
Badan ramping menjadi dambaan anda ?
Klik Disini!
